Al Hambra berada di bukit setinggi sekitar 100 meter. Perjalanan menuju tempat tersebut melalui jalan menanjak dan berkelok. Dari pusat Kota Granada, butuh waktu sekitar 30 menit menuju Al Hambra dengan mobil. Bisakah kamu bayangkan betapa sulitnya istana itu dibangun pada 7 abad yang lalu dimana lereng bukit berbatu tersebut sangatlah curam. Bukan urusan mudah untuk mengangkut material bangunan menuju lokasi istana ini, namun ditengah kesulitan tersebut Istana Al Hambra tetap berdiri megah sebagai tanda kebesaran Islam pada zaman tersebut.
Awalnya Istana Al Hambra dibangun Raja Granada Mohammed bin Al-Ahmar sebagai istana peristirahatan. Lokasinya memang cocok karena berada di puncak bukit. Dari tempat itu dapat terlihat pemandangan yang mempesona. Pada 1333, Sultan Yusuf I yang menjadi penguasa Granada menjadikan Al Hambra sebagai istana kerajaan. Sultan Granada berasal dari Damaskus, Syria.
Dari depan, Al Hambra tampak tidak meyakinkan. Seperti bukan istana. Biasa saja. Ada taman ala kadarnya di pelataran menuju bagunan pertama Al Hambra. Beberapa pohon jeruk dan zaitun menghiasi taman itu. Ada pula kolam kecil yang airnya tidak seberapa bening. Keindahan baru tersaji saat kita memasuki bagian dalam Al Hambra.
’’Orang-orang dulu memang sengaja membuatnya seperti itu. Dari luar tampak biasa, namun indah di dalamnya,’’ kata Francisco Jose, pemandu wisata di Al Hambra.
Nuansa Islam begitu kuat dengan adanya kaligrafi di sepanjang dinding bangunan. Tulisan Arab juga menghiasi pilar serta atap. Kebanyakan berisi lafadz nama-nama Allah SWT. Ukirannya sangat detail dan penuh warna. Ada biru, hijau, merah, dan kuning. Semakin ke dalam, keindahan Al Hambra semakin terlihat. Setelah keluar dari ruang pertama, ada tempat yang lebih indah. Bentuknya hall terbuka dengan kolam ikan di bagian tengah. Kolam tersebut memanjang dengan ukuran sekitar 3 x 20 meter. Sekilas, bentuk bangunan itu seperti Taj Mahal di India.
Ornamen yang menghiasi dinding ruangan juga jauh lebih indah daripada ruangan pertama. Di situlah sultan menerima tamu-tamunya. Di tempat itu juga ada ruang salat. Mihrabnya dihiasi kaligrafi. Pengunjung tidak bisa masuk. Hanya bisa melihat dari jarak 1,5 meter. Ruangan berikutnya berfungsi sebagai rumah. Karena itu, sifatnya lebih pribadi. Ada kamar mandi dengan air yang mengalir dari gunung. Di bagian tengah ada air mancur yang dihiasi patung 12 singa. Hal itu menandakan 12 angka pada jam. Lokasi tersebut menjadi favorit para pengunjung untuk berfoto ria.
Keluar dari ruangan itu, ada taman mungil yang rindang. Pohon cemara dan jeruk berjejer rapi menghiasi taman. Ada pula air mancur di bagian tengah. Suasananya sejuk. Di antara ruang mandi dan taman, ada tempat khusus yang tertutup. Itu adalah tempat untuk sauna atau mandi uap. Di belakang kompleks Al Hambra terdapat kebun mawar. Lumayan luas. Ada mawar merah dan putih. Kebun mawar itu merupakan pintu masuk menuju taman yang lebih besar. Di sepanjang jalan menuju taman terdapat bunga jasmine. Aromanya yang segar mengiringi perjalanan para wisatawan yang mampir ke Istana ini.
Ornamen Al Hambra terbuat dari berbagai unsur. Ada kayu, keramik, dan batu. Ada pula bahan khusus yang didatangkan dari peradaban Romawi, sedangkan kayunya dari Lebanon. Ukiran serta tekstur yang menghiasi dinding serta pilar Al Hambra mencerminkan tingginya seni arsitektur saat itu. Alirannya beragam. Tidak hanya bernuansa Islam. Ada pula pengaruh budaya Romawi. Karena dimakan usia, beberapa kaligrafi sudah rusak dan tidak terbaca.
Al Hambra bernasib sama dengan Mezquita Cordoba. Setelah Islam tidak lagi berkuasa, Al Hambra harus menerima kenyataan menjadi bagian dari penguasa baru. Pada pertengahan abad ke-14, nasrani menaklukkan Granada. Masa itu disebut Reconquista.
Setelah ratusan tahun berlalu dan Islam tidak lagi berkuasa, keberadaan Al Hambra tetap berkesan. Al Hambra adalah destinasi wisata nomor satu di Granada. Pengunjung dikenai tiket masuk 15 euro atau sekitar Rp 240 ribu. Dengan luas lebih dari 3,5 hektare, kompleks Al Hambra memberikan pemandangan dan kepuasan tersendiri bagi pengunjung. Butuh waktu sekitar dua jam untuk menuntaskan perjalanan mengelilingi Al Hambra. Semoga kita semua yang membaca artikel ini diberi rezeki dan kesempatan oleh Allah untuk mengunjungi Al Hambra secara langsung ya!
Sumber : www.hijabdiary.com

0 komentar:
Post a Comment