"Azan adalah panggilan bagi muslim untuk kembali ke tujuan hidupnya, yakni menyembah Allah SWT dan sebagai cara mengingatkan sesama muslim tentang kemanusiaan," kata Adeel Zeb, imam di Duke dikutip oleh Dream.co.id. Zeb mengatakan komunitas muslim sangat menghargai dan senang dengan sikap menghormati keragaman agama dan budaya yang ditunjukkan oleh pihak universitas.
Sesuai dengan pengumuman universitas pada Selasa kemarin, anggota asosiasi mahasiswa muslim di Duke University, diperbolehkan mengumandangkan azan melalui menara Duke Chapel yang berdiri megah di tengah-tengah kampus setiap hari Jumat. Panggilan azan yang berlangsung selama 3 menit akan sedikit diperkeras melalui sound system kampus.
Keputusan Duke University ini menjadi beberapa tempat publik kesekian di AS yang mengizinkan kumandang azan. "Kesempatan ini mewakili komitmen yang lebih besar dari misi kampus tentang pluralisme keagamaan," kata dekan urusan keagamaan Christy Lohr Sapp.
Namun rencana ini kemudian mengalami revisi setelah pihak universitas mendapat kritikan karena mamperbolehkan mahasiswa muslim menggunakan menara Chapel untuk mengumandangkan azan. Jika rencana awalnya suara adzan akan dilakukan dari atas menara Chapel, namun dengan kritikan yang dilayangkan azan tidak dilakukan di menara milik umat katolik itu.
Hal ini karena pihak Duke university mendapat kritikan dari umat Kristiani yang menganggap rencana tersebut tidak adil.
“Duke berusaha untuk menjadi universitas yang memiliki toleransi, inklusif dan terbuka bagi seluruh mahasiswa” kata Michael Schoenfeld, wakil presiden untuk hubungan masyarakat dan pemerintah di Duke. “Meski demikian, rencana untuk menggabungkan keyakinan yang ada di bawah Duke tak seharusnya menyinggung agama yang lain” tambahnya.
Franklin Graham, putra dari Billy Graham menulis di Facebook “ Karena umat Kristen sepertinya disingkirkan dari publik dan penganut Islam memperkosa, memenggal dan membunuh umat Kristen, yahudi dan semua orang yang tidak ingin bergabung dengan sistem syariah, Duke mempromosikan hal ini dalam nama pluralisme agama. Saya ingin semua donor dan alumni untuk menangguhkan dukungan mereka kepada Duke sampai masalah ini diselesaikan” Tulisannya ini telah dishare sebanyak lebih dari 60.000 kali. Seorang pengguna Facebook, Merrie Spencer menulis “Itu adalah sebuah chapel bukan masjid. Duke berdiri sebagai universitas Methodist. Jika muslim ingin menyuarakan azan, mereka harus membeli lahan untuk membangun menara sama seperti Methodist membangun chapel”
Meski belum jelas dimana mahasiswa muslim boleh mengumandangkan azan, namun paling tidak, ada satu lagi tempat yang mengizinkan azan berkumandang. Apalagi di tanah Amerika Serikat yang terkenal sangat phobia terhadap muslim. Subhanalah!
Sumber : www.hijabdiary.com

0 komentar:
Post a Comment