Thursday, March 5, 2015

5:30 PM
Apa yang akan kamu pikirkan ketika mendengar kata Cina? Negara terpadat di dunia yang sebagian besar masyarakatnya beragama Budha? Negara tersebut kini tengah berbenah dan mengikuti tren tourism saat ini, yaitu wisata halal. Salah satu aspek yang paling nyata dari upaya Cina untuk menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke negaranya adalah dengan berdirinya banyak restoran halal di setiap penjuru Cina, terutama di kota-kota yang menjadi tujuan wisata turis dunia.


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin yang baru saja pulang dari lawatannya ke Cina mengungkapkan bahwa restoran halal di Cina sangat mudah ditemukan. Selain itu restoran halal di sana juga tidak main-main. Bangunannya sangat megah dan luas, bisa sampai dua hingga tiga lantai. Makanan yang dijual pun semuanya halal dan yang mau membelinya juga sampai harus mengantri. Wow!

Menurut Din, masyarakat Cina kini semakin sadar akan produk-produk halal dan terus mengalami perkembangan yang signifikan meski sebagian besar warganya bukanlah Muslim. Restoran halal ini biasanya dijalankan oleh para migran Muslim yang menjual makanan halal dan murah untuk para pembelinya. Menjamurnya restoran halal di Cina juga sebagai upaya untuk memberi kemudahan bagi par turis muslim dunia untuk menikmati Cina tanpa harus takut tak ada yang bisa dimakan.

Namun makanan halal bukan baru ini saja ada di Cina. makanan halal telah ada di Cina sekitar 1000 tahun yang lalu dalam masa Dinasti tang dimana Islam pertama kali diperkenalkan di Cina. Saudagar dari Arab, pelancong dan misionaris berkunjung ke Cina melalui Jalur Sutra dan menetap di daerah-daerah seperti Xian, Kaifeng, Guangzhou, Quanzhou, Yangzhou dan Hangzhou. Para saudagar ini adalah nenek moyang dari suku Hui di Cina. Dalam masa itu makanan halal pun diperkenalkan dan lebih banyak variasi makanan halal dibuat pada masa Dinasti Yuan ketika suku Hui terbentuk.

Yang berbeda dari makanan halal yang ada di Indonesia atau di daerah lain, makanan halal di Cina merupakan perpaduan unik antara bumbu dari Timur Tengah dengan makanan asli Cina. Jadi jika kamu dalam waktu dekat akan berkunjung ke Cina tidak perlu panik dan takut soal makanan. Dari restoran besar hingga pedagang kaki lima saat ini sudah banyak yang menyajikan makanan halal. Cara melihat apakah tempat tersebut menjual makanan halal atau tidak adalah dari kaligrafi Arab yang biasanya diletakkan di atas pintu masuk restoran atau ditempel di stan jualan (bagi kaki lima).

Selain itu hampir semua wilayah Cina kini memiliki restoran halal yang bisa kamu kunjungi jika kebetulan berwisata di negara tersebut. Sebut saja di Beijing, Guilin, Chongqing, Hangzhou, Hong Kong, Guangzhou, Harbin, Shanghai, Shenzhen, Suzhou dan juga Xian.

Sumber : www.hijabdiary.com

0 komentar:

Post a Comment