Bulan Ramadan kerap kali dilalui dengan berbagai tradisi unik. Seperti yang dilakukan oleh warga Madinah, Arab Saudi. Mereka punya sejumlah kebiasaan yang dilakukan dalam bulan Puasa.
Pada Ramadan tahun ini, warga Madinah kembali menghidupkan tradisi lama yang telah ditinggalkan, yaitu membunyikan meriam. Kebiasaan membunyikan meriam ini sudah ditinggalkan selama 22 tahun belakangan.
Tradisi itu kembali dilaksanakan pada Ramadan tahun ini setelah Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman, mengumumkan meriam "keramat" itu bisa digunakan kembali. Kepala Kepolisian Madinah, Mayor Jenderal Abdulhadi Al-Shahrani mengatakan meriam tersebut bisa digunakan pada Ramadan kali ini.
Meriam tersebut digunakan sejak era Ottoman, namun kemudian dihentikan oleh pemerintah setempat karena alasan teknis. Banyak warga menghendaki tradisi itu dikembalikan, karena dinilai tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Menurut laman Arabnews, Jumat 19 Juni 2015, Madinah memiliki 2 meriam. Satu berada di pucuk Gunung Sal yang berjarak 500 meter dari Masjid Nabawi. Lainnya terletak di wilayah Quba.
Pada zaman dahulu, sebelum tradisi ini dihentikan, meriam-meriam itu selalu dibunyikan berulang kali saat awal dan akhir Ramadan. Selain itu juga dibunyikan sebagai tanda berbuka puasa.
Sumber : www.dream.co.id

0 komentar:
Post a Comment