Mengunjungi rumah Rasulullah SAW merupakan hal yang akan memberikan arti yang luar biasa. Sekadar pengetahuan saja, anda mungkin bisa menemukan lokasi rumah Rasulullah SAW. Tetapi anda tidak mungkin menemukan kamar tidur, ruang makan, dan ruang – ruang lainnya. Rumah yang berada di Mamlakah sekarang telah dihancurkan dan dijadikan perpustakaan Maktabah Makkah al-Mukarramah.
Ketika anda berkunjung, anda masih bisa merasakan iklim, angin, panas matahari, dan pasir yang sama di tempat Rasulullah dulu melakukan banyak kegiatan di sekitarnya. Anda masih akan menemukan banyak pelancong yang rindu akan Rasulullah SAW dan berkunjung ke bangunan persegi empat dengan warna putih tersebut.
Mamlakah sendiri merupakan kawasan yang bisa dibilang kumuh dan kurang terawat jika dibandingkan dengan bagian Mekah lainnya. Anda tidak akan sadar bahwa dahulu tempat tersebut merupakan tempat di mana nabi Muhammad SAW pernah tinggal.
Sebelumnya tempat tersebut dijadikan terminal bus. Hingga sebuah dialog berlangsung antara seorang pemuda laskar Wahabi dan kepolisian setempat. Pemuda itu melakukan shalat sunnah dan dituduh melaksanakan bid’ah. Pemuda itu lalu menjelaskan bahwa Rasul pernah shalat di tempat kelahiran Nabi Isa di Nazaret.
Akhirnya banyak sekali orang yang mengikuti jejak pemuda tersebut. Banyak pula yang menggunakan tempat tersebut untuk meminta berkah. Akhirnya Syekh Abbas al-Qatthan meminta izin kepada Raja Abdul Aziz untuk membangun perpustakaan pada tahun 1950.Sekarang, dengan alasan pemugaran kota Mekah, perpustakaan yang dibangun mengelilingi rumah Rasul itu akan dibongkar dan dijadikan jalan.
Di masa depan, anda tidak bisa lagi melihat rumah tempat Rasul pernah tinggal. Rumah Rasul yang lainnya pun sudah lenyap tidak ada bekasnya. Bagaimana pun memori akan kemuliaan Rasul akan tetap hidup di hati kita semua.
Sumber : www.hijabdiary.com
0 komentar:
Post a Comment